Posts

Untuk Kamu

Untuk kamu yang suatu saat nanti menjadi rumahku, Ketahuilah bahwa aku tidak setegar yang kamu lihat Ketahuilah bahwa aku mudah sekali merajuk Ketahuilah bahwa aku bisa mengeluh karena hal sepele Untuk kamu yang suatu saat nanti terlelap di sampingku, Terbiasalah dengan aku yang mudah menangis Terbiasalah dengan aku yang mudah khawatir Terbiasalah dengan aku yang mudah merindu Untuk kamu yang suatu saat nanti ku prioritaskan hidupnya, Bersabarlah saat aku marah dan hanya ingin diam Bersabarlah saat aku tak sengaja mengajakmu berdebat Bersabarlah saat aku tak kuasa menahan egoku Untuk kamu yang nantinya membawaku dalam hidupmu, Sepenuh hati akan ku tanam utuh kesabaranku untukmu Setulus hati akan ku terima lebih dan kurangnya dirimu Begitupun kamu, semoga ikhtiarmu selalu dilapangkan untukku.

Kisah Lalu

Untuk seseorang yang dulu pernah singgah Sedikit ku sampaikan beberapa hal Terima kasih karena pernah selalu ada Terima kasih pernah menjadi 24/7 ku Terima kasih selalu memaksaku untuk merepotkanmu Terima kasih sudah mewarnai penghujung kuliahku Terima kasih selalu tiba-tiba hadir tanpa ku minta Terima kasih untuk senyum yang merekah setiap melihatku Terima kasih selalu terlihat bahagia saat kita tanpa sengaja memakai warna baju yang sama Terima kasih selalu memasang foto berdua denganku Terima kasih selalu bersemangat membawaku ke tempat-tempat baru Terima kasih selalu menerimaku apa adanya Terima kasih pernah begitu sabar menghadapiku Terima kasih pernah hadir dan membahagiakan Walau pada akhirnya semua tinggal kisah lalu, Terlepas saat itu kamu tidak sungguh, Atau caraku bertahan yang terlalu rapuh, Tapi terima kasih pernah singgah dan memberi warna.

10 Maret 2021

Bagaimana bisa kamu meninggalkanku begitu saja, Saat duniaku hanya tertuju padamu Saat semua jalanku selalu ku arahkan padamu Saat semua yang ku gapai hanya ku beri untukmu Bagaimana bisa kamu meninggalkanku begitu saja, Padahal kasih sayangmu yang menguatkanku Padahal perhatianmu yang membuatku tumbuh Padahal pengertianmu yang membuatku dewasa Duniaku terasa terhenti Nafasku terasa sesak Hatiku terasa sakit Seperti semua hal tak lagi dapat ku rasakan Pikiranku tak menentu.. Egoiskah aku jika berharap kamu tetap ada Egoiskah aku jika berharap kamu berkenan bertahan dalam kesakitan Hanya untuk membuatku bertahan dalam kehidupan Terima kasih untuk setiap halnya, dari hal kecil sampai hal yang di luar dugaanku Terima kasih selalu membuatku merasa dicintai Terima kasih telah membuatku tumbuh dengan cara terbaik Terima kasih selalu menjadi Ayah terbaik

Lantas Mengapa..

Pernah aku taruh hati seutuhnya Pernah aku simpan harap sepenuhnya Lalu tak ku sangka akhirnya berujung kecewa Akhirnya berujung tangis juga Aku kesulitan menerima bahwa yang terdekat bisa menjadi yang terjauh Aku kesakitan mengetahui bahwa yang paling memahami akhirnya memilih pergi Aku mulai melihat bagaimana perasaanku menghancurkan diriku Lalu aku mulai mengerti bahwa hal yang paling mengecewanku adalah ekspektasiku sendiri Dan pada akhirnya aku pasrah.. Jika laju semesta tak sama dengan laju langkahku Pada akhirnya aku berserah.. Jika inginku tak sejalan dengan kehendak-Nya Karena seiring berjalannya waktu, dunia mendewasakanku.. Bahwa kehidupan memang tentang menemukan dan kehilangan Lantas mengapa aku begitu cemas dalam menerima dan merelakan

Semua Pasti Ada Waktunya

Malam itu, aku tersedu dalam pelukanmu Menumpahkan segala kesedihan dan kekecewaan Membiarkan tangisku mengalir sejadinya Tanpa sengaja membuatmu sadar betapa kacaunya emosiku   Melihatku terluka tentu membuatmu juga terluka Aku tahu kamu ingin menangis bersamaku Tapi sekuat tenaga kamu berusaha menghibur Kamu bilang "semua pasti ada waktunya"

Pemimpin Macam Apa

Pagi itu seperti biasa saya berangkat kerja, berangkat sedikit lebih pagi karena ada agenda Rapat Lintas Sektor Kementerian/Lembaga tentang Rencana Tata Ruang Wilayah suatu daerah. Rapat ini tidak pernah main-main, dari mulai Bahan Paparan yang harus terstruktur, acara yang tidak boleh terlambat, sampai dengan hadirnya Bupati/Walikota/Gubernur. Bupati/Walikota/Gubernur memang diwajibkan hadir sebagai pengingat bahwa penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah harus menjadi perhatian pemimpin daerah. Seringnya saya mengikuti Rapat Lintas Sektor membuat saya berpikir bahwa benar tipe pemimpin itu ragam macamnya. Ada pemimpin yang pembawaannya santai dan humoris tapi tetap mempunyai wibawa yang mempesona. Ada juga pemimpin yang berkomitmen penuh dengan tetap mendampingi tim teknisnya sampai akhir acara. FYI, jarang sekali--bahkan hampir tidak ada Bupati/Walikota/Gubernur yang biasanya bersedia meluangkan waktu seharian penuh di Rapat Lintas Sektor ini.  Lalu ada juga pemimpin yang ...

Hidup di Jakarta: Mudah atau Susah?

Setelah lulus kuliah, sekarang saya bekerja di salah satu instansi pemerintah di Jakarta. Bahkan terhitung sudah cukup lama, kurang lebih berjalan 10 bulan. Dulu sebenarnya sempat berpikir "kayaknya ga cocok nih kerja di Jakarta" dan mencoba mencari kota lain. Tapi kenyataannya berbeda, karena pada hakikatnya manusia hanya bisa merencanakan bukan? Satu dan lain hal akhirnya membuat saya luluh untuk merantau bekerja di Ibukota. Lalu, bagaimana rasanya hidup di Jakarta? Bicara tentang perasaan akan membuatnya tergambar secara relatif, termasuk hal ini. Tapi menurut saya pribadi, hidup di Jakarta ada susahnya dan juga ada mudahnya. Susahnya, jelas karena urusan macet. Bukan main memang macetnya Jakarta, jarak dari kost ke kantor yang sebenarnya bisa ditempuh dalam 20 menit saja bisa membengkak jadi 90 menit. Nah untuk urusan harga makan dan hidup, menurut saya tidak tergolong membuat susah. Karena kalau masalah makan dan hidup itu pintar-pintar kita saja. Ya kalau mau makan...