Posts

Showing posts from June, 2012

Lebih Dari Sekedar Dimensi

Melangkah bersama dengan cita Berbagi rasa dalam suka duka Walau perselisihan kadang menerpa Tetap memberi arti dalam setiap hal Tak sedikit waktu yang telah kita lalui Kamu tahu betapa berartinya semua ini Waktu terus menguji Dan kita selalu berdiri Aku selalu ingin memegangmu Dalam letih pun tak apa Tapi rasanya hati tak lagi kuat untuk merasa Terdengar lemah memang, tapi begini adanya Terlalu ragu untuk berlari Tak terbendungnya rasa perih Ngilu merintih membuatku seakan tertatih Tak ingin terus memungkiri apa yang telah terjadi Merasakah kamu, Aku kehilanganmu dalam dimensi jarak

Tahun Pertama dengan Putih Abu-abu

Weey wooy sodara-soadara! Udah lama nih saya ga ngepost tentang cerita pribadi. Kemarin-kemarin kebanyakan ngepost tentang puisi atau kata-kata bagus aja. Nah, sekarang saya mau cerita tentang tahun pertama saya di SMA… Hem, lupa lagi kapan hari atau tanggal pertama masuk SMA, yang pasti sih ya bulan Juli 2011. Kalau kalian baca dipostingan blog saya yang “This is Me”, udah saya kasih tau kalau saya sekolah di SMA Negeri 13 Bandung, tepatnya di kelas X-5. Pertama kali masuk sekolah ini, kesannya adalah…. AAAAAAAA KEAMANANNYA LEBAY PARAH, GALAK BEUDH! (apa sih-_-). Keamanannya tuh tiap masuk kelas pasti gedor pintu keras-keras, terus pas udah masuk kelas pasti ngomongnya sambil ngebentak. Ya tapi wajar sih ya SMA, jadi mungkin pas MPLSnya (atau yang biasa dikenal MOS) lebih ditekankan lagi sikap tegasnya. Tapi ini sih ga terlalu masalah buat saya. Yang paling malesin pas MPLS tuh pas disuruh minta tanda tangan kakak-kakak OSISnya, aduh kalau saya kasih judul pas bagian ini tuh kayak...

Just Sharing

“Tidak semua hal yang kita rasa bisa kita ungkapkan. Tidak semua hal yang kita ungkapkan bisa orang mengerti. Dan tidak semua hal yang orang mengerti dapat sepaham dengan apa yang kita maksud. Dilihat dari sudut pandang ini, saya pikir saya hanya butuh diam.” “Hanya karena saya tidak mengeluarkan reaksi, tidak berarti bahwa saya baik-baik saja atas apa yang telah terjadi.” “Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kamu pasti tahu ini. Jadi, bisakah kamu menerima kekurangan seseorang dengan tabah? Dan bisakah kamu melihat kelebihan seseorang dengan ikhlas?” "Saya tidak pernah tahu sebelumnya bahwa untuk membuat seseorang mengerti betapa berharganya keberadaan mereka dalam hidup kita itu sungguh teramat sulit." “Persahabatan bukan tentang dimana kita tahu letak kesukaaan, ketidaksukaan, kelebihan, atau kekurangan. Melainkan, persahabatan adalah dimana kita tahu kelebihannya dan membuatnya tetap bertahan dengan apa y...

Good Words

"Jadilah orang yang berpikir bahwa semuanya adalah mungkin. Tidak jadi masalah seberapa gelap kelihatannya untuk menjadi kenyataan, capai pandanganmu dan lihat kemngkinan-kemungkinan yang ada, dan selalu dapat lihat untuk mereka yang selalu ada di sana." "Ada sebuah istilah di Tibet, "Musibah seharusnya dimanfaatkan menjadi sumber kekuatan." Tidak peduli seberapa kesulitan yang kita alami, betapa menyakitkan keadaan tersebut, jika kita sampai kehilangan harapan, maka itu benar-benar merupakan musibah." "Kedermawanan sejati adalah bila Anda memberikan sesuatu kepada orang lain sedangkan Anda sendiri sangat membutuhkannya." Source: LKS Pendidikan Kewarganegaraan, Kharisma.

Persahabatan Kerbau dan Sapi

Pada suatu pertenakan, sedang terjadi keramaian karena sang peternak telah membeli beberapa hewan ternak baru untuk dipelihara. Ada ayam, itik, sapi, domba, kerbau, dan sebagainya.  Agar para hewan ternak baru ini dapat terbiasa dengan lingkungan baru, sang majikan alias si peternak memberikan sejenis arahan pada hewan-hewan ternaknya. “Nah, selamat datang untuk kalian semua, saya harap kalian bisa…. *blablabla*”, seraya si majikan berbicara wasweswos di depan, ada dua hewan ternak yang diam-diam mengobrol di belakang yaitu si sapi dan si kerbau. “Hey.. Ker…bau”, sapa si sapi terbata-bata. “Oh, hey juga sapi,” jawab si kerbau dengan dingin. “Kamu… he…wan ter..nak baru ju..ga ya?” Tanya sapi masih dengan terbata-bata. “Oh iya, kamu juga hewan ternak baru juga?” balas si kerbau masih dengan dinginnya. “I…ya, ka…mu berasal da...ri perternakan ma…na.. dulunya?” Tanya si kerbau seperti membuka percakapan diantara mereka tapi masih dengan terbata-batanya. “Aku dulunya...