Posts

Showing posts from September, 2012

Puisi Kehidupan, karya Chairil Anwar.

Hari hari lewat, pelan tapi pasti Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru Karena aku akan membuka lembaran baru Untuk sisa jatah umurku yang baru Daun gugur satu-satu Semua terjadi karena ijin Allah Umurku bertambah satu-satu Semua terjadi karena ijin Allah Tapi… coba aku tengok kebelakang Ternyata aku masih banyak berhutang Ya, berhutang pada diriku Karena ibadahku masih pas-pasan Kuraba dahiku Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk Kutimbang keinginanku…. Hmm… masih lebih besar duniawiku Ya Allah Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan? Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan? Masihkah aku diberi kesempatan? Ya Allah…. Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku Astagfirullah… Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah… Timbangan dunia...

This Poem, Brings Memories...

Quiet Emotions by Judy Burnette I always wanted more from you than you were willing to give; So now we've gone our separate ways each with different lives to live. The bond will always be there the friendship always intact; But the time for us has come and gone and the pages of time, you can't turn back. I will always be a friend to you and wonder how you are; The smiles and laughter I will remember and our fights have become painless scars. Sometimes on those busy days when you've a thousand things to do; Please let me glide slowly through your mind and spend some time with you. In that quiet moment when you're surprised to find me there; Just remember even with the distance between us I am still someone who cares.

[REBLOG] Kisah Inspiratif | Untukmu.... Sahabat

Tolong Maafkan Aku, Kawan Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir :  HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU . Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU . Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang ber...
"Sebagaimana pun saya benci melihat kamu di sini, tetap saja saya lebih benci melihat kamu pergi."