Posts

Showing posts from December, 2011

Salah?

Seseorang bilang: "Idealisme kamu terlalu tinggi, mending ga usah so idealisme deh daripada jadi kayak gini." Saya diem. Saya sama sekali ga punya respon. Semuanya kerasa beku. Dingin. Jleb. Kata-katanya terlalu dalem. Saya ga tahu cara ngejelasin perasaan saya saat ngedenger kata-kata itu. Kalau boleh nanya, kata yang mempunyai arti lebih dari "sakit" apa ya? Saya kemudian berpikir, mencoba menemukan jawaban terbaik dalam diri saya. Dan jawaban yang saya temukan seperti ini: "Tidak, saya sama sekali tidak bermaksud so mempunyai idealisme tinggi. Saya masih terlalu muda untuk mempunyai dan memamerkan idealisme saya. Saya hanya seorang anak perempuan yang sedang bertumbuh dewasa, seseorang yang sedang mencari jati dirinya. Saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri, saya hanya ingin berlari dan melompat dengan kaki saya sendiri. Apakah itu salah?" Mungkin itu memang hanya sebuah pembenaran. Tapi, hanya itulah yang saya pikirkan.

This is Me

Sebelum saya ngejelasin tentang diri saya. Ada baiknya saya menulis kata pengantarnya terlebih dahulu: Kesalahan saya pada awal membuat blog adalah saya tidak mengenalkan diri saya terlebih dahulu, saya langsung ngacak aja gitu tiba-tiba nulis postingan tentang dunia saya—setelah sekian lama saya nulis di blog, saya baru sadar hal ini. Parah! Parah abis! Ya jadi judul postingan kali ini ga pantes kalau saya kasih judul “Introduce myself” atau “Perkenalan diri”, aaah ngaco banget kalau saya kasih judul semacam itu. Sudah terlambat. Jadi saya pikir cocoknya dikasih judul “This Is Me” atau “The Real Me” ya pokoknya judul-judul yang menjurus tentang autobiografi saya gitu deh. So, let me tell you who I am… Nama saya Lillah Haulah. Saya lahir di Tasikmalaya pada tanggal 5 November 1995, Alhamdulillah persalinannya normal. Saya dilahirkan di keluarga yang sederhana, keluarga yang mempunyai selera humor cukup bagus. Mempunyai ayah yang ganteng nan bijak, mempunyai ibu yang cantik nan sabar....

Selamat Hari Ibu

Hari ini tanggal 22 Desember, yap hari ini hari ibu. Siapa yang lupa? Siapa yang ga ngucapin? Siapa yang gengsi buat ngucapinnya langsung? Jujur, tiap saya mau ngucapin "Selamat hari ibu" ke mama juga saya pasti punya rasa canggung untuk ngungkapinnya. Mungkin karena ketulusan itu sulit untuk diungkapkan --menurut saya. Tanggal 22 Desember 2011 ini, awalnya saya pengen banget jadi anak yang pertama ngucapin dari kelima anak mama yang lainnya, tapi teteh saya yang di Cikarang udah keburu ngucapin (via telepon) duluan. Ah bete banget rasanya, padahal saya lagi nunggu kesempatan dan keadaan yang pas buat ngucapin ke mama tapi ya sudahlah. Dan saya baru bisa ngucapin ke mama kira-kira pukul 09.10. Waktu itu saya disuruh beli kentang ke tukang sayur di pertigaan yang kira-kira jaraknya 300meter dari rumah (sebenernya bagian ini ga penting diceritain), saya pun ambil kunci motor, dan sebelum berangkat beli kentang saya mendekati mama saya. Percaya atau tidak, beginilah percakapan...

Kehilangan

Detik demi detik berlalu Hari demi hari berganti Semakin terasa kita begitu jauh Ada sesak saat aku mengingatnya Senang rasanya pernah mengenalmu Pernah melewati suka duka bersamamu Bahagia bisa berbagi cerita denganmu Berbagi tentang rangkaian mimpi kita Kita sama-sama punya tujuan masa depan Walau berbeda, kita tetap saling mendukung Percaya bahwa kita bisa menggapainya bersama Menggapai dengan jalan sama walau kita tahu itu sulit Tapi ternyata kita salah... Kita terpisahkan oleh jalan mimpi kita Kita tak cukup kuat untuk tetap berpegangan Hingga akhirnya perpisahan itu pun terjadi Mungkin inilah rasanya kehilangan Sakitnya begitu nyata, lukanya begitu semu Sungguh, aku menghargai setiap waktu yang kita lewati bersama Andai saja aku sanggup, pasti aku akan membuat semuanya kembali Untukmu, sahabatku... Aku tak tahu apakah aku masih ada di benakmu Aku tak tahu apa masih ada cerita-cerita kita dalam ingatanmu Tapi yang pasti, kau adalah sahabat terbaik dalam hidupku *terinspirasi dari ...

Pemimpin

"Jadi seorang pemimpin itu harus tegar. Jangan banyak ngeluh. Pemimpin harus siap menerima dan menyelesaikan masalah. Harus bisa ngambil keputusan yang paling bijak diantara semua ide yang ada." --Mama

Pagi itu...

Pagi itu, aku terbangun dalam tidurku. Sedikit demi sedikit aku mencoba menyadarkan diriku. Aku berjalan membuka jendela, berniat untuk menyambut pagi dan matahariku, tapi saat perlahan ku buka jendela, aku mulai merasakan ada yang berbeda. Aku merasa sinar matahari pagi tak seperti biasanya, aku merasa udara pagi tak seperti biasa, semua yang nampak di hadapanku terasa berbeda. Begitu berbeda. Aku mencoba menyadarkan diriku lebih keras, sampai akhirnya aku tahu bahwa saat itulah aku berada dalam titik tertinggi kesadaranku. Keangkuhanku memuncak. Tali keegoanku begitu kencang untuk dapat ku pustuskan. Tahu apa yang ku rasakan saat itu? Pernah merasakan ingin menangis tapi tak bisa? Pernah merasakan ingin berlari tapi tubuh kalian tetap terpaku? Itulah yang aku rasakan. Lemas. Sakit. Sedih. Perih. Pagi berikutnya, aku tahu apa yang akan aku sambut, pagi yang berbeda, matahari yang berbeda dan udara pagi yang berbeda. Ini tetap berbeda. Perlu waktu beberapa menit untuk membuat diriku ke...

Lirik lagu yang lumayan dalem

Kemarin-kemarin (lupa lagi kapan), saya abis nonton film Thailand di laptop kakak. Filmnya tuh nyeritain tentang persahabatan dan cinta, tapi lebih dominan tentang persahabatannya. Terus ada soundtrack lagunya yang lumayan enak dan nadanya juga dalem melow gitu. Kalau diartikan ke bahasa Indonesia, gini nih liriknya... "Aku ingin berterima kasih sekali lagi padamu, untuk mencintaiku Walaupun waktu telah berlalu, dimana bertahun-tahun kita telah jadi satu Tidak ada penjelasan, karena kita berdua mengerti Tak ingin apa-apa lagi Dunia ini akan lebih terang, karena kau disini Dan membuat hari ini jadi mungkin Kau adalah inspirasiku Kau adalah api yang menyala di hatiku Meski pada saat aku terjatuh atau tersesat dan kecewa Aku tahu aku memilikimu di dekatku Kau adalah harapanku Dan tidak ada yang menjelaskannya lebih baik Dan hanya ada satu kata.. satu kata yang ingin ku katakan padamu atas cintamu.. 'Terima kasih dari lubuk hatiku yang terdalam' Aku ingin berterima kasih padam...

How deep this words!

"Hidup itu berarti akan mati. Kita sebagai manusia boleh dan pasti punya target atau tujuan untuk mencapai kesuksesan hidup. Tapi saat kita mencoba mencapai kesuksesan hidup, kita juga harus inget kalau kita itu hidup untuk mati . Gimana pun juga tetep harus inget akhirat." -- Ayah