Semester Kedua di Perkuliahan
Hai hai!!!! Kali ini saya mau berbagi cerita tentang semester
kedua perkuliahan saya di Semarang. Hhmm sebenernya saya juga bingung mau
cerita apa tapi yang pasti semester dua ini banyak banget tugas kelompoknya,
ya bisa dikatakan semua matkul ada tugas kelompoknya.
Dari mulai tugas kelompok Interpretasi Ruang yang nyari titik
koordinat pake GPS dengan 100 titik lebih, tugas kelompok Kependudukan dari
bikin Factsheet Migrasi Kelurahan-bikin Kohort-bikin isu kependudukan, tugas
kelompok SDL bikin essay dan makalah, tugas kelompok Statistik dari mulai
ngolah data di SPSS sampai presentasi Rumus Hoyt, tugas kelompok Geologi
Lingkungan nyari lahan yang ga sesuai sampai survey keliling Semarang, tugas
kelompok Pengantar Ekonomi analisis data PDRB, tugas kelompok Teknik Komunikasi
(Tekkom) bikin film sampai nge-shoot taman-taman di Solo.
Nah, tugas Tekkom nih yang paling nyita waktu diantara semua
matkul, karena bikin film emang ga gampang walaupun durasinya Cuma berkisar 10
menit. Tapi kita perlu mikir baik-baik gimana ide filmnya, gimana alurnya,
gimana pemainnya, gimana tempatnya, gimana pengambilannya, dan banyak lagi. Dan
tahu sendirilah ya kalau buat pemikiran banyak kepala menjadi satu ide satu
tujuan itu emang lumayan susah tapi yaa Alhamdulillah pada akhirnya filmnya
jadi kok dan baik kurangnya sih saya puas karena itu usaha kelompok bersama.
Btw, di kelompokan tekkom ini saya dapet sedikit masalah, bukan masalah deng
tapi pembelajaran. Semua orang pasti pernah bikin salah kan? Nah saya juga ga
luput dari kesalahan. But you know in the
end everything’s gonna be okay hehe.
Banyak deh pelajaran akademis dan moral yang saya dapet di
semester dua ini. Belajar bagi waktu, belajar ngerti karakter orang, belajar
bagi jobdesc, belajar dari kesalahan, belajar sampe sampe susah tidur haha. Kalau boleh jujur sih, saya ngerasa usaha saya di semester dua ini kurang maksimal malah lebih banyak cerobohnya huft yaa semoga semester selanjutnya jauh lebih baik.
Pelajaran yang penting di semester dua ini yaitu, “mengakui kesalahan itu ga buat kita rendah
dan hina, menyingkirkan ego juga ga berarti kita lemah, karena perlu hati yang
lapang dan ikhlas untuk jadi pribadi yang lebih baik”.
Comments
Post a Comment