It's Okay not to be Okay
Hallo! Iseng sih ingin nulis sedikit aja di malam musim UTS
ini…
Sebelumnya ga kepikiran kalau bakal kuliah cukup jauh kayak
sekarang. Ya walau cuma beda provinsi.
Sebelumnya ga pernah kepikiran kalau bakal sejarang ini untuk
ketemu keluarga, terutama ayah mama.
Sebelumnya ga pernah kepikiran kalau bakal sejarang ini
untuk ngerasain masakan mama.
Sebelumnya ga pernah kepikiran kalau bakal sejarang ini
untuk becanda sama ayah.
Sebelumnya ga pernah kepikiran kalau bakal sejarang ini
untuk ngelakuin kegiatan bareng sama keluarga.
Sedih tiap lihat semua kumpul dan pergi bareng disaat saya
selalu terjebak tugas kuliah. Sedih tiap lihat aa dan teteh sanggup ngeluangin
waktunya untuk pulang, sedangkan saya banyak mikir untuk pulang dengan alasan “tanggung
jawab” yang sebenernya ga ada apa-apanya dibanding ngeluangin waktu untuk ayah
mama.
Sedih ternyata bakal sejauh ini, yang kemudian menyayangkan
hari-hari yang terlewati tanpa ketemu ayah mama. Sedih saat disibukkan kuliah
beserta embel-embel tugasnya lalu tersadar berapa banyak waktu yang dipikirkan
untuk tumpukkan tugas yang kemudian membuat lupa waktu. Kadang lupa juga makin
aku sibuk makin aku dewasa, ayah mama juga ikut menua. Sedih. Sedih. Ya sedih
gitu loh.
Sedih aja deh pokoknya. But life must go on. Hidup juga
kalau ada di zona nyaman terus ya ga enak, ga ada konflik batinnya, ga ada tantangannya.
It might
get harder, but at least it makes stronger.
Selamat malam. Selamat bobo.
Comments
Post a Comment