It came over me in a rush When I realized that I love you so much That sometimes I cry, but I can't tell you why why I feel what I feel inside How I try to express what's been troublin' my mind But still can't find the words But I know that something's got a hold of me Baby, some day I'll find a way to say just what you mean to me But if that day never comes along and you don't hear this song I guess you'll never know that... And when I say inside, I mean deep You fill my soul with something I cannot explain It's over me Saya jatuh cinta dengan lagu ini sejak pertama kali ngedengernya--entah kapan, lupa. Ini lagu emang udah terbilang jadul banget, tapi sebanyak apapun saya dengerin lagu ini, saya ga pernah ngerasa bosen. Buat saya, lagu ini punya arti yang dalem, sangat dalem.
Setelah lulus kuliah, sekarang saya bekerja di salah satu instansi pemerintah di Jakarta. Bahkan terhitung sudah cukup lama, kurang lebih berjalan 10 bulan. Dulu sebenarnya sempat berpikir "kayaknya ga cocok nih kerja di Jakarta" dan mencoba mencari kota lain. Tapi kenyataannya berbeda, karena pada hakikatnya manusia hanya bisa merencanakan bukan? Satu dan lain hal akhirnya membuat saya luluh untuk merantau bekerja di Ibukota. Lalu, bagaimana rasanya hidup di Jakarta? Bicara tentang perasaan akan membuatnya tergambar secara relatif, termasuk hal ini. Tapi menurut saya pribadi, hidup di Jakarta ada susahnya dan juga ada mudahnya. Susahnya, jelas karena urusan macet. Bukan main memang macetnya Jakarta, jarak dari kost ke kantor yang sebenarnya bisa ditempuh dalam 20 menit saja bisa membengkak jadi 90 menit. Nah untuk urusan harga makan dan hidup, menurut saya tidak tergolong membuat susah. Karena kalau masalah makan dan hidup itu pintar-pintar kita saja. Ya kalau mau makan...
Semester empat itu.... Semester yang banyak aku lalaikan, semester yang banyak aku duakan perhatiannya. Mohon maaf lahir dan batin ya, semester empat. Udah, gitu aja.
Comments
Post a Comment